Ekonomi dan Bisnis
Serahkan Eks Gedung Bukopin, Bank Lampung Diharapkan Semakin Berkembang
Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaedi menyerahkan secara langsung Eks Gedung Bukopin Untuk Penyertaan Modal Provinsi Lampung Kepada Bank Lampung, Senin (27/12/2021).
Penandatanganan berita acara serah terima (BAST) dilakukan di Mahan Agung dan dihadiri Direktur Utama (Dirut) Bank Lampung Presley Hutabarat, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto, MA, Assisten 3 Provinsi Lampung Drs. Minhairin.,M.M danKepala BPKAD Prov. Lampung Marindo K S.T, M.M.
Dalam kesempatan tersebut Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung dan segenap jajaran pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung atas dukungan, komitmen serta kepercayaan Pemerintah Provinsi Lampung selaku salah satu Pemegang saham PT Bank Lampung.
“Sebagai Bank Pemerintah Daerah, upaya Bank Lampung dalam rangka penguatan ketahanan kelembagaan melalui peningkatan permodalan, sangat terkait erat dengan dukungan dan komitmen penuh dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), dalam hal ini tentu saja Gubernur Lampung dan seluruh jajaran pejabat Pemprov Lampung,” ujarnya.
Di tengah dukungan penuh para stakeholder, Bank Lampung juga berkomitmen untuk memberikan pencapaian terbaik. Hal itu bisa dilihat dengan adanya berbagai inovasi yang telah dilakukan Bank Lampung.
Bicara tentang pencapaian Bank Lampung di tahun 2021, Presley mengungkapkan sampai dengan November 2021 pencapaian Bank Lampung tumbuh positif. Dimana saat ini Laba mencapai Rp 162 Milyar, Penyaluran Kredit mencapai Rp 5.8 T, Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 9 T dan Asset mencapai Rp 11.5 T. (Rls)
Ekonomi dan Bisnis
Wakaf Sumur Produktif Jadi Sorotan dalam Pembukaan LaSEF 2026 di Lampung
Alteripost Bandar Lampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung resmi membuka kegiatan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 di Lampung City Mall, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini menjadi upaya strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengatakan LaSEF 2026 difokuskan untuk mempercepat pengembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung.
Menurutnya, terdapat tiga program utama dalam LaSEF 2026. Pertama, perluasan implementasi Halal Value Chain melalui Halal Mart, pameran UMKM, serta pelatihan sertifikasi halal dan Juru Sembelih Halal (JULEHA). Kedua, optimalisasi pembiayaan syariah melalui business matching pembiayaan dan edukasi zakat serta wakaf produktif di era digital. Ketiga, penguatan literasi dan halal lifestyle melalui tabligh akbar, talkshow edukatif, hingga berbagai kompetisi seperti Halal Chef, Nasyid, Dakwah, Barista, dan Sharia Economic Battle.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menyampaikan apresiasi atas sinergi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung investasi di daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya program Wakaf Sumur Produktif yang diinisiasi Bank Indonesia Lampung bersama Dompet Dhuafa sebagai solusi konkret menghadapi tantangan El Nino Godzilla yang berdampak pada sektor pertanian.
“Satu sumur membawa ribuan keberkahan. Ini adalah wujud sedekah yang tidak berhenti mengalir, sekaligus solusi konkret menjaga produktivitas petani kita,” ujar Mulyadi.
Lebih lanjut, sektor ekonomi syariah dinilai memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi Lampung. Pada Triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat mencapai 5,58 persen secara tahunan (yoy). Dengan jumlah penduduk sekitar 9,4 juta jiwa yang mayoritas Muslim, Lampung dinilai memiliki peluang besar untuk mentransformasi ekonomi umat dari sektor konsumsi menuju kemandirian produksi.
Pemanfaatan lebih dari 1.000 pondok pesantren serta penguatan sektor riil, termasuk industri pengolahan daging dan rumah potong hewan (RPH), disebut menjadi peluang besar bagi Lampung untuk menembus pasar halal global.
Pemerintah Provinsi Lampung juga menegaskan bahwa program-program dalam LaSEF 2026 sejalan dengan target prioritas daerah dalam RPJMD, mulai dari percepatan sertifikasi halal, peningkatan aset perbankan syariah terhadap PDRB, hingga penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN).
Melalui kolaborasi tersebut, ekosistem ekonomi syariah di Lampung diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu menjadi kekuatan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.(*)

