Connect with us

Politik

Kader-kader Baru PAN Lampung Bertemu Zulhas, Beberapa Poin Dibedah

Published

on

Foto: Zulhas saat bertemu dengan beberapa kader PAN yang baru bergabung (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) merasa bersyukur dan gembira. Itu menyusul banyaknya tokoh di Lampung yang menyatakan bergabung dengan PAN.

Kemarin, mereka yang berasal dari berbagai kalangan itu pun diperkenalkan langsung ke publik. Diantaranya, Ketua Yayasan Alfian Husein sekaligus mantan Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi, Zuliana Abidin mantan kader Gerindra dan Berkarya yang kini Jadi Ketua PUAN Lampung. Selanjutnya, mantan Ketua Perempuan Demokrat Lampung Martalena, mantan kader Partai Hanura Sugiarti, mantan kader Partai Nasdem Hendar Toyib, dan Kerel Pramasta.

Kemudian, mantan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Theresia Sormin, dan desainer yang juga selebgram Lampung Fitria Bakri. Lalu menyusul milenial Bandarlampung Hafina dan Clarisa.

“Tentu kita bergembira bahwa banyak teman-teman di Lampung dari berbagai kalangan yang empati dan simpati untuk berjuang bersama PAN untuk memajukan Lampung agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurutnya, Provinsi Lampung yang memiliki potensi begitu bagus diharapkan kedepannya mempunyai kader-kader politik di parlemen, baik itu di eksekutif maupun legislatif yang betul-betul memahami bvisi dan misi berbangsa dan bernegara. “Temen-temen ini tidak membedakan latar belakang. Siapa pun dan dari mana pun, di Partai Amanat Nasional semua punya peluang yang sama,” kata dia.

Dikatakannya, PAN sebagi partai yang rasional ingin memepersatukan tanpa perpecahan agar bisa berdaulat.

Karena jika kita sudah berdaulat, maka kita akan ada kesetaraan, dan jika ada kesetaraan maka akan ada keadilan,” jelasnya.

Ditegaskannya, Partai Amanat Nasional juga tidak membeda-bedakan satu sama lain. Karena, kata dia, semua mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

“Nah itulah tadi banyak temen-temen muda dan ada beberapa senior yang ikut bergabung, dan tentunya kami mengapresiasi dan kami kasih karpet biru,” tukasnya.

Wakil Ketua MPR RI ini juga membuka peluang sebesar-besarnya bagi para generasi muda untuk ikut terjun ke dunia politik, termasuk bergabung ke PAN. Dirinya pun meyakini para generasi muda di Provinsi Lampung punya banyak potensi.

“Kita beri estafet dan peluang sebesar-besarnya bagi kalangan muda untuk di legislatif maupun di pemerintahan. Mereka juga kreatif dan ilmunya tinggi dan bisa menciptakan inovasi-inovasi baru. Makanya kita ingin anak muda meneruskan perjuangan kita,” ungkapnya.

Zulhas sapaan akrabnya juga mengapresiasi semakin banyaknya kalangan perempuan yang ikut berpartisipasi dalam dunia politik. “Untuk perempuan, jika semakin banyak perempuan ini maka partai ini akan besar. Dan alhamdulillah di Partai Amanat Nasional ini sudah 50 persen lebih kader perempuannya,” tukasnya.

Sementara, Andi Desfiandi mengaku bergabung ke PAN sesuai dengan keinginannya untuk memberikan kontribusi dan pemikirannya melalui parpol.

Dia juga belum mau terbuka terkait niat bergabung ke PAN, seperti calon legislatif atau kepala daerah. “Berpolitik praktis tujuannya ke sana, karena tanpa kekuasaan tidak bisa digunakan untuk kebaikan masyarakat,” paparnya. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading