Connect with us

Lampung

Riana Sari Arinal Menyalurkan Bantuan 350 Paket Sembako

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co Bandar Lampung- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal menyalurkan bantuan sebanyak 350 paket sembako di 3 lokasi kepada masyarakat yang membutuhkan melalui gerakan Siger di Bandar Lampung, Jum’at (20/5/2022).

Paket tersebut diserahkan di tiga lokasi, yaitu pertama, di Daerah Kupang Teba, Teluk Betung Utara sebanyak 50 paket sembako (dari DWP Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Cipta Karya Provinsi Lampung) untuk masyarakat sekitar.

Kedua, di Halaman Kantor Badan Kesbangpol Provinsi Lampung sebanyak 100 (50 paket untuk Forum Kerukunan Umat Beragama, dan 50 Paket disalurkan melalui PKK Provinsi Lampung).

Ketiga, di Halaman Kantor PKK Provinsi Lampung sebanyak 200 paket sembako, dengan rincian 100 paket dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikurltura Provinsi Lampung (50 paket untuk masyarakat di Labuhan Dalam dan 50 paket disalurkan melalui PKK Provinsi Lampung); 50 paket dari dinas BMBK Provinsi Lampung untuk UPTD 3 BMBK Metro; dan DWP Provinsi sebanyak 50 paket untuk masyarakat kedamaian baru.

Untuk 100 paket yang disalurkan melalui PKK Provinsi Lampung, akan disalurkan untuk masyarakat Way Halim.

“Ini merupakan kegiatan untuk saling berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Dan Semoga paket sembako ini dapat bermanfaat,” ujar Riana Sari Arinal saat menyerahkan bantuan langsung kepada masyarakat.

Kegiatan SiGeR, (S)aatnya (I)kut ber (GE)rak untuk (R)akyat yang membutuhkan merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal yang terus dilaksanakan untuk membantu warga masyarakat.

Kegiatan SIGER telah dimulai sejak Maret 2020, merupakan gerakan yang bertujuan untuk membantu warga masyarakat dan menumbuhkan empati terhadap warga masyarakat dilingkungan masing – masing.

Riana Sari Arinal berharap dengan kegiatan SIGER ini juga dapat menginspirasi berbagai komponen masyarakat untuk tetap mengedepankan solidaritas sosial antar sesama warga masyarakat, dalam bentuk kesukarelaan untuk saling membantu ditengah situasi pandemi ini.(*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading