Lampung Tengah
Bupati Musa Hadiri Pengajian di Bandar Surabaya
Alteripost.co, Lampung Tengah-
Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad menghadiri Pengajian Bersama Masyarakat di Masjid Darussalaam di kampung Subang Jaya Kecamatan Bandar Surabaya, Bunga Kampung, Kamis (23/06/2022) malam.
Dalam Kesempatan tersebut hadir Kepala Perangkat Daerah, Ketua TP.PKK , Ketua Dharma Wanita, Camat dan Juga Forkopimcam serta Masyarakat.
Masyarakat Subang Jaya Abudurrohman atas nama masyarakat mengucapakan terima kasih atas kehadiran Bupati Musa Ahmad di Kecamatan Bandar Surabaya, Masyarakat pula tidak melupakan satu perbuatan yang baik Bupati Musa Ahmad pada tahun 2014 yang membuatkan Sumur Bor Untuk Masyarakat dan hingga kini masih di pergunakan dengan baik oleh masyarakat. Abdurrohman dan Masyarakat juga mendoakan untuk Bupati Musa Ahmad agar diberikan kesehatan dalam memimpin Lampung Tengah.
Sementara itu Bupati Musa Ahmad yang hadir langsung memohon maaf atas keterlambatan hadir pada saat pembukaan Bunga Kampung pagi tadi dikarenakan ada pertemuan bersama Menteri dan Gubernur Lampung, dan atas kecintaan kepada masyarakat Bupati Lampung Tengah langsung hadir menemui masyarakat pada malam hari ini. Bupati juga mengajak masyarakat untuk memafaatkan program Bunga Kampung yang hadir di Kecamatan Bandar Surabaya.
Ditambahkan Musa Ahmad Program Bunga Kampung ini sangat mempermudah masyarakat dalam melakukan Pelayanan dan Pengurusan Administrasi Kependudukan juga Izin Usaha. Lebih lanjut Bupati langsung mengatakan kepada masyarakat Bandar Surabaya bahwa di bulan Agustus ini Pembangunan Jalan dari Kota Gajah – Bandar Surabaya akan diperbaiki, sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat dan Masyarakat Lampung Tengah kedepan bisa Sejahtera dan Berjaya. Diakhir sambutan Bupati memberikan bantuan sebesar 10 Juta Kepada Pengurus Masjid untuk pembangunan Masjid Darussalam. (*)
Lampung
Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan
Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.
“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar
Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.
“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.
Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.
Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

