Lampung
IKWI dan TP. PKK Lampung Jalin Kolaborasi, Isu Sosial Jadi Fokus Utama
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua IKWI Provinsi Lampung Yenni Puspasari beserta jajaran melaksanakan audiensi dengan Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal di Kantor PKK setempat, Jumat, (24/06/2022).
Pada kesempatan itu, Yenni menyampaikan tentang rangkaian kegiatan HUT IKWI Lampung pada Juli mendatang.
“Dalam HUT ini, IKWI bakal fokus pada bidang sosial. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah IKWI Award yang akan memberi penghargaan kepada perempuan-perempuan inspiratif yang turut membangun daerah,” kata Yenni.
Yenni menyebut, Ketua TP PKK Riana Sari Arinal disebut sebagai salah satu nominator penerima award.
“Ibu Riana banyak berkiprah bagi masyarakat di antaranya melalui Program Siger, penanganan stunting, hingga donor darah. Kami berharap Ibu Riana bisa hadir dan membuka rangkaian kegiatan HUT ini, ” ujar Yenni. IKWI juga mengapresiasi kiprah Ketua TP PKK yang aktif membina UMKM Lampung hingga kini produk lokal banyak dikenal.
Selain award, IKWI juga akan memberikan bingkisan untuk anak stunting serentak se-Lampung dan talkshow peran ibu tentang pencegahan stunting yang diikuti kader posyandu. Puncak HUT IKWI dilaksanakan dengan jalan sehat untuk keluarga besar PWI Lampung pada 31 Juli.
Sementara itu, Ketua PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengapresiasi seluruh rencana kegiatan HUT IKWI. Ia menyatakan kesediaannya untuk mendukung penuh rangkaian kegiatan HUT IKWI.
“Perempuan punya peran penting dalam keluarga dan masyarakat, termasuk dalam pencegahan stunting dan lainnya. Saya mengapresiasi IKWI yang memberikan perhatian besar dalam hal-hal tersebut,” ujarnya.
Pada kesempatan itu ia menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam rangkaian HUT IKWI dan turut mendukung kegiatan dengan melibatkan Yayasan Jantung Indonesia dan PMI. “Nanti kita bisa senam jantung sehat dan donor darah bersama. Semoga rencana kegiatan itu bisa sukses,” ujar Riana. (rls)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

