Lampung
KORMI Lampung Siap Hadapi Fornas VI di Palembang
Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melepas Kontingen Lampung untuk bertanding pada Festival Olahraga Reakreasi Nasional (Fornas) VI di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/6/2022).
Kontingen Lampung tersebut berjumlah 542 orang dari 36 Induk Organisasi Olahraga (Inorga), diantaranya termasuk atlet, pelatih dan para pengurus.
“Semoga perjalanannya lancar, tetap jaga kesehatan, istirahat yang cukup supaya dapat maksimal ketika bertanding,” ucap Arinal.
“Saya juga hadir di sini untuk melepas kontingen Fornas Lampung terutama dari KORMI. Ini karena keinginan saya, dan olahraga ini sangat dekat dengan rasa ke persaudaraan apalagi KORMI,” lanjut Arinal.
Dia mengaku, ratusan kontingen yang dilepas hari ini merupakan atlet-atlet yang terbaik milik KORMI Lampung.
“Atlet-atlet terbaik yang akan bertanding di festival Fornas ini diharapkan mampu mengharumkan nama Provinsi Lampung,. Tetap semangat,” ujar Arinal.
Maka dari itu, para atlet KORMI Lampung harus benar-benar mampu mengharumkan nama Lampung diajang Fornas ke VI di Palembang.
“Saya sangat berharap seluruh atlet bisa mengikuti jenjang yang sudah dilakukan oleh KORMI Lampung pada saat pembinaan waktu PON. Dan KORMI Lampung harus betul-betul bisa membuktikan itu, jaga nama Lampung, harumkan nama Lampung. Insyallah prestasi relatif,” harap dia.
“Target kita meraih hasil yang terbaik dan itu harus ditanamkan keseluruhan jiwa dan raga para atlet. Sanggup iya,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua KORMI Lampung Ansori Djausal mengaku target KORMI untuk Fornas VI di Palembang adalah dapat masuk lima besar.
Dengan target yang telah ditentukan, lanjutnya, maka KORMI Lampung sudah sangat siap menghadapi Fornas VI di Palembang.
“Kita menargetkan pada Fornas kali ini masuk ke lima besar, karena sebelumnya kita berada di ranking ketujuh secara nasional, dan se-Sumatera rangking satu). Sehingga kami harus berani menargetkan untuk masuk lima besar,” beber Ansori.
Lanjutnya, cabang olahraga (Cabor) yang menjadi andalan KORMI Lampung bervariasi, dikarenakan banyak Cabor yang memiliki potensi untuk diandalkan.
“Bervariasi, karena banyak Cabor kita yang memiliki potensi cukup besar. Contohnya seperti Cabor senam, panahan, kungfu, E-Sport macam-macam,” ujar dia. (*)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

