Berita Utama
Mingrum Gumay Sarankan Gubernur Arinal Rombak Komposisi Gerbong Lampung Berjaya, Ini Alasannya
Alteripost.co, Bandarlampung-
DPRD Lampung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) melangsungkan rapat paripurna Raperda APBD-Perubahan 2022. Tapi dalam kesempatan tersebut ada hal yang menyorot perhatian publik. Pasalnya, ada sejumlah oknum Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gerbong Lampung Berjaya yang mangkir pada rapat tersebut, Rabu (09/09/2022).
Selain beberapa oknum Kepala OPD yang tak hadir, tidak adanya juga perwakilan yang dikirimkan untuk menghadiri rapat paripurna Raperda APBD-Perubahan tersebut membuat geram Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay.
Saat diwawancarai, Mingrum berujar bahwa rapat paripurna pengesahan APBD-Perubahan ini adalah agenda penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena dalam mengesahkan suatu keputusan terkait kebijakan harus dihadiri dari komponen dan instrumen di Pemprov Lampung.
“Karena jajaran Kepala OPD ini merupakan bagian dari komponen dan instrumen dalam menyukseskan program Lampung Berjaya, ya seharusnya mereka hadir,” tegas Mingrum.

Lanjut Mingrum, jika Kepala OPD yang bersangkutan berhalangan hadir, dapat diwakilkan kepada Sekertaris atau Kabid. Jangan sama sekali tidak ada perwakilan yang menghadiri rapat paripurna Raperda APBD-Perubahan ini.
“Kalau memang kepalanya berhalangan hadir, ya seharusnya ada wakil yang dikirimkan, bisa dari Sekertaris atau Kabid. Jangan sama sekali tidak ada perwakilan yang hadir,” timpal Mingrum.
Sambung Mingrum, jika memang sudah tidak ada lagi loyalitas dan kedisiplinan dari beberapa oknum Kepala OPD, mantan pengacara rakyat ini menyarankan Gubernur Arinal untuk segera merombak komposisi Gerbong Lampung Berjaya.
Menurut Mingrum, integritas Pemprov dipertaruhkan akibat sikap beberapa oknum Kepala OPD yang terkesan mengabaikan rapat paripurna Raperda APBD-Perubahan ini.
“Ya kalau memang Kepala OPD ini sudah tidak ada lagi loyalitas, saya minta Gubernur mengevaluasi dan mengganti jajaran Kepala OPD yang bandel dan menggangap sepele rapat paripurna Raperda APBD-Perubahan. Siapa pun orangnya saya tidak peduli, ganti saja. Hal-hal seperti ini jangan dibiarkan,” pungkas Mingrum.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto berdalih bahwa dalam rapat paripurna Raperda APBD-Perubahan ini tetap dihadiri beberapa pejabat eselon II beserta perwakilan dari masing-masing OPD yang Kepalanya berhalangan hadir.
Menurut Fahrizal, dalam rapat tersebut juga dapat dihadiri melalui zoom meeting. Sehingga beberapa rekan Kepala OPD yang berhalangan hadir secara luring dapat mengikuti rapat paripurna melalui daring.
“Ada juga kok Rekan-rekan Kepala OPD yang hadir secara luring, mungkin mereka duduknya di belakang sehingga tak terlihat jelas secara kasat mata. Tapi yang memang berhalangan hadir, tetap mengikuti rapat paripurna dengan diwakilkan atau ada juga melalui zoom meeting,” dalihnya. (Gus)
Berita Utama
Gaya Koboi Kadis PSDA Lampung Berpotensi Mengancam Kebebasan Pers
Alteripost.co, Bandarlampung-Menugungang kuda, bergerak tak takut apa pun dan menenteng sebuah pistol seperti seorang koboi di film-film Hollywood membuat diri setiap pemainnya merasa jumawa. Namun jika seorang pejabat publik bersikap dan berlagak seperti seorang koboi, apakah pantas?
Baru-baru ini, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Lampung Febrizal Levi Sukmawan mengeluarkan pernyataan bak seorang koboi di film Hollywood.
Dari rekaman suara yang beredar, bukannya membuat suasana semakin membaik, justru Kadis PSDA Lampung tersebut mengeluarkan nada ancaman disertai makian dan bakal mengebuk seorang jurnalis.
Dalam potongan percakapan suara yang beredar tersebut, tersebut Levi menyampaikan keberatannya terkait posisi wartawan yang disebutnya menghalangi pandangan saat forum berlangsung.
“Gua itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan gua, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Levi menjelaskan bahwa dirinya ingin melihat jalannya forum, termasuk timer yang digunakan untuk mengatur durasi pembicara.
“Pembicara itu Bunda Eva, Roy, itu kan mau lihat timer. Tapi nggak kelihatan karena dihalangi,” katanya.
Namun, pernyataan Levi tidak berhenti pada penjelasan tersebut. Dalam percakapan yang sama, ia juga menyebut nama salah satu jurnalis, Wildan Hanafi, dengan nada seperti koboi.
“Bukan Wildan saja, tapi ka*pang Wildan itu… gua gebuk bener Wildan, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia ha Kandidat” ucapnya.
Tak hanya itu, Levi juga mengaku akan mengerahkan orang-orangnya untuk mencari yang bersangkutan.
“Gua cari, nanti gua suruh Se*ta, gua gerakin orang-orang gua… malam ini gua cari dia, biar dia tahu,” lanjutnya.
Levi juga membantah bahwa dirinya yang secara langsung mengusir wartawan dari posisi tersebut.
“Yang ngusir juga bukan gua. Gua duduk di situ aja. Tapi pandangan gua tertutup,” katanya.
Meski demikian, pernyataan lanjutan Levi kembali menuai sorotan karena dinilai bernada ancaman.
“Suruh minta maaf sama gua, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” tegasnya.
Tentunya, dengan gaya koboi dari Kadis PSDA Lampung tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis, terutama terkait keamanan dan berpotensi mengancam kebebasan pers dalam menjalankan tugas peliputan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak terkait mengenai maksud dan konteks pernyataan tersebut.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian, mengingat pentingnya menjaga hubungan profesional antara pejabat publik dan insan pers dalam menjamin keterbukaan informasi kepada masyarakat. (Gus/rls)

