Connect with us

Lampung

Wagub Nunik Buka Kegiatan Kemah Bakti Racana

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Pringsewu-
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Chusnunia Chalim membuka Kemah Bakti Racana Muhammadiyah Nasional (Kembaramunas) ke-6 yang dilaksanakan di Graha Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Rabu (14/9/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Pringsewu akan dilaksanakan selama enam hari yaitu pada tanggal 13-18 september 2022.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab serta mengembangkan pengetahuan kecakapan dan pengalaman Pramuka perguruan tinggi Muhammadiyah pada pengabdian masyarakat.

Dalam Kesempatan ini, Chusnunia mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan Kembaramunas VI. Dia berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi Pramuka Pandega di lingkup Universitas Muhammadiyah maupun secara umum di pringsewu.

Tentunya kita diharapkan ini mampu menjadi media penempa dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Chusnunia juga mengucapkan selamat datang kepada peserta Kambaramunas yang berasal dari luar daerah Lampung, yang telah ikut serta dan tetap eksis menjaga marwah Gerakan Pramuka melalui Pramuka Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.

Chusnunia juga menjelaskan, bahwa Gerakan Pramuka harus menjadi gerakan pembentuk karakter bangsa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia untuk Indonesia semakin maju. Melalui kegiatan kemah bakti ini jadikan Pramuka yang Berbudaya, Sinergitas, Intelektual, Nasionalis, dan Religius.

Meskipun situasi Covid sudah mulai mereda, Chusnunia menekankan agar tetap waspada dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Chusnunia mengajak Gerakan Pramuka untuk bersama-sama meningkatkan peran serta dan kepedulian Pramuka Pandega kepada masyakat dalam bentuk banyak hal seperti kegiatan Bakti Sosial kepada masyarakat, turut serta berperan aktif dalam pembentukan mental spiritual, dan menjadi Wadah silaturahmi Pramuka Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia.

Dalam Pembukaan Kembaramunas ke-VI ini turut hadir Anggota Mabida Kwarda Lampung, para pimpinan kwarda, Ka. Mabigus Universitas Muhammadiyah Pringsewu beserta jajaran, Ka.Kwarcab Pringsewu beserta jajaran, Dewan Kerja Daerah Lampung dan cabang Pringsewu, serta adik-adik Pramuka Pandega Universitas Muhammadiyah Se-Indonesia. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading