Connect with us

Lampung Tengah

Program Bunga Kampung Menuai Pujian

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Lampung Tengah-
Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Musa Ahmad diwakili Sekretaris daerah kabupaten (Sekdakab) Lamteng Nirlan, menyambut Kunjungan Kerja (Kunker) Kemenpan RB Aris Samson, beserta rombongan yang terdiri dari Analis Kebijakan Madya pada Asisten deputi perumusan Sistem dan strategi kebijakan pelayanan publik, di Kecamatan Seputih Raman, Kamis (24/11/2022).

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Para perangkat Daerah kabupaten Lamteng, Forkopimcam dan Kepala Kampung se-Kecamatan Seputih Raman dan Kota Gajah.

Dalam Sambutanya, Sekdakab Lamteng
Nirlan menyampaikan bahwa Bunga Kampung atau Bupati Ngantor di Kampung merupakan program unggulan Bupati Musa sebagai pelaksanaan misi ke-5 RPJMD yaitu, meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan publik guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau Good Governance.

Bunga Kampung pertama kali dicanangkan pada tanggal 10 Juni 2021 atau 3 bulan setelah Bapak H. Musa Ahmad dilantik menjadi Bupati.

Berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 15 tahun 2022, bunga Kampung mengintegrasikan berbagai pelayanan publik. Saat ini Bunga Kampung sudah berjalan secara konsisten di 28 Kecamatan dan terus berlanjut.

Pada hari ini juga di Kecamatan lain sedang berlangsung pelayanan Bunga Kampung Mekar di Dusun pada Kecamatan Sendang Agung yang merupakan pengembangan dari Bunga Kampung itu sendiri .

“Berdasarkan evaluasi survei kepuasan masyarakat yang kami lakukan, Bunga Kampung mencapai 87,5 persen atau kategori baik,” ucapnya.

Di sisi lain, Aris Samson, S. Sos M.AP.
Analis kebijakan madya pada Asisten deputi perumusan sistem dan strategi kebijakan pelayaan publik menyampaikan, kegiatan Bunga Kampung yang ada di kecamatan Seputih raman hasilnya sangat memuaskan.

“Artinya dengan adanya kegiatan inovasi Bunga Kampung ini ternyata lebih meningkatkan layanan kita kepada masyarakat, karena Kabupaten Lamteng dengan wilayah yang paling luas di provinsi Lampung, memang masih perlu adanya kegiatan jemput bola.”

“Ternyata dampaknya luar biasa, banyak masyarakat yang membutuhkan layanan dan mereka juga menyampaikan, daripada mereka harus ke Gunung Sugih, kita lebih baik datang ke sini,” pungkasnya.

“Saya sangat mengapresiasi, Bupati Musa dan Wakil Bupati Lamteng Ardito Wijaya, saya juga berharap kegiatan ini mesti terus dilanjutkan,” pungkasnya. (rls/Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan

Published

on

Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.

“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar

Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.

“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.

Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.

Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading