Connect with us

DPRD

Kostiana Gelar Reses, Masyarakat Keluhkan Jalan Rusak

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Infrastuktur jalan masih menjadi topik utama masyarakat saat menyampaikan aspirasinya ke hadapan Anggota DPRD Lampung Kostiana saat menggelar reses di Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, Selasa (28/2/2023).

Seperti yang disampaikan Husaini, Ketua RT 19 Lingkungan 1 yang mengeluhkan jalan rusak dan meminta pelebaran jalan di Gang Pisang, Gedong Air. Sama halnya dengan yang dikeluhkan Ketua RT 15 Sukamsi yang mengeluhkan jalan rusak di Gang Teratai, dimana keduanya merupakan ruas jalan Kota Bandar Lampung.

Menanggapi hal ini, Bendahara DPD PDI Perjuangan Lampung, Kostiana yang juga merupakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Lampung ini mengatakan siap menindaklanjuti keluhan tersebut dengan program kerja mendatang.

“Alhamdulillah hari ini kita turun ke dapil dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat Gedong Air. Ada banyak keluhan masyarakat salah satunya infrastruktur jalan rusak di gang Pisang dan Teratai. Untuk jalan pisang, kondisi jalan memang landai dan kurangnya pelebaran, sedangkan jalan Teratai akan kita cek terlebih dahulu di Pemkot, apakah sudah pernah masuk dalam usulan Musrenbang atau belum,” jelas Kostiana.

Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga curhat ke Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung ini perihal sumur bor, bantuan UMKM hingga alat musik rebana untuk majelis taklim di lingkungan tersebut.

“Kita juga mendengar keluhan air bersih yang disampaikan Pak Teguh warga RT 15, dimana warga disana minta dibuatkan sumur bor. Insyaallah akan segera kita realisasikan, karena sudah banyak sekali program air bersih yang sudah kita bantu untuk Kota Bandarlampung, karena air merupakan kebutuhan primer untuk kita,” jelas Kostiana.

Namun menurutnya, masyarakat harus menyiapkan hibah tanah dan menyertakan proposal. Sedangkan untuk bantuan UMKM, menurut Kostiana merupakan wewenang Dinas Koperindag, dan biasanya yang sudah ada NIB, dan terdaftar di Dinas. “Nanti akan saya informasikan dan saya koordinasikan ke dinas terkait,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD

Pengesahan Raperda APBD 2025 Tegaskan Komitmen Pemprov Lampung dan DPRD pada Transparansi Keuangan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menyepakati pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat akuntabilitas, transparansi pengelolaan keuangan daerah, serta komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Pengesahan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Kamis (30/07/2026).

Menanggapi persetujuan tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan dan anggota dewan, khususnya jajaran Komisi dan Badan Anggaran (Banggar) yang telah bekerja maksimal dalam merampungkan tahapan pembahasan.

“Persetujuan ini merupakan wujud nyata dari sinergi yang solid antara eksekutif dan legislatif. Selanjutnya, Raperda yang telah mendapat persetujuan dewan yang terhormat ini akan segera kami sampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk dievaluasi sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan. Fokus dan tujuan utama kita tetap satu, yakni mewujudkan masyarakat di Provinsi Lampung yang semakin sejahtera,” ucap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya.

Sementara itu, Juru Bicara Banggar DPRD Provinsi Lampung, Lesti Putri Utami, dalam laporannya memaparkan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2025 telah diaudit oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Banggar menilai bahwa secara umum pelaksanaan APBD berjalan dengan baik, di mana realisasi pendapatan, belanja, dan transfer daerah menunjukkan tingkat serapan dan efisiensi yang optimal.

Guna penyempurnaan di masa mendatang, Banggar DPRD Provinsi Lampung memberikan sejumlah rekomendasi strategis agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memprioritaskan pelayanan masyarakat yang selaras dengan visi misi Gubernur. Beberapa penekanan strategis tersebut meliputi:

• Sektor Tata Kelola dan Perencanaan: Perencanaan belanja pegawai harus dievaluasi agar proporsional dan mematuhi aturan perundang-undangan. Bappeda ditekankan untuk memperkuat konsistensi perencanaan berbasis data riil dari RPJMD hingga APBD, sementara BPKAD dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa didorong untuk mempercepat penataan aset daerah serta memaksimalkan penerapan transformasi digital e-Katalog.

• Sektor Pendapatan dan Ekonomi: Bapenda diminta mempercepat penetapan NJOP dan administrasi pajak alat berat. OPD penghasil retribusi juga didorong untuk melakukan inovasi layanan, menekan efisiensi belanja operasional, dan mengalihkan ruang fiskal tersebut menuju program produktif yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

• Sektor Infrastruktur: Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK), serta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) diwajibkan menyusun jadwal pengadaan yang tepat waktu guna mengoptimalkan serapan anggaran dan meminimalisir risiko tunda bayar. Penanganan infrastruktur mitigasi bencana seperti tanggul dan embung juga menjadi catatan prioritas.

• Sektor Kesehatan dan Sosial: Direkomendasikan adanya peningkatan fokus alokasi pada fasilitas layanan kesehatan, termasuk pemenuhan kelengkapan alat medis dan dokter spesialis di RSUD Bandar Negara Husada. Peningkatan mutu layanan di RSUD Abdul Moeloek, RSJ Provinsi Lampung, serta optimalisasi pelayanan bagi pasien kurang mampu juga menjadi prioritas yang harus ditindaklanjuti sesuai regulasi kesehatan terbaru.

Rapat Paripurna ini diakhiri dengan pembacaan Keputusan DPRD Provinsi Lampung oleh Sekretaris Dewan tentang Persetujuan Penetapan Raperda, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh Gubernur Lampung dan Pimpinan DPRD Provinsi Lampung.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading