Lampung
Riana Sari Arinal Lepas Peserta Jambore Nasional dan Rakernas I Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Panti Sosial Asuhan Anak Tahun 2023
Alteripost.co Bandar Lampung – Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal melepas Peserta Jambore Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Panti Sosial Asuhan Anak (LKSA-PSAA) tahun 2023 di Bukit Tinggi, Sumatera Barat di Mahan Agung, Kamis (20/7/2023).
Dalam kegiatan tersebut, Provinsi Lampung mengirimkan 40 peserta yang terbagi menjadi 10 anak, 5 pendamping serta 15 pengurus yang akan mengikuti kegiatan tersebut.
Ibu Riana berpesan kepada para peserta untuk selalu menjaga kesehatan sehingga medapat kelancaran dalam mengikuti setiap kegiatan Jamnas dan Rakernas tersebut.
“Dan tentu saja akan memberikan yang terbaik, tunjukan prestasi kalian, tunjukan jiwa sportifitas kalian,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada para peserta untuk menjaga kekompakan dan menjaga silaturahmi serta hubungan baik antar sesama peserta dari Provinsi lainnya.
Pada kesempatan tersebut juga, Ibu Riana memberikan bantuan berupa uang saku dalam rangka menunjang kegiatan para peserta nantinya.
Ia mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Lampung dan LKKS Provinsi Lampung kepada masyarakat dan seluruh lembaga-lembaga sosial yang ada di Provinsi Lampung.
“Tentu pemerintah memberikan perhatian dan mendukung acara seperti ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Kegiatan Jambore Nasional dan Rakernas LKSA-PSAA tahun 2023 akan diselenggarakan pada tanggal 22-25 Juli 2023 di Lembah Ngarai Sianok Bukit Tinggi, Provinsi Sumatera Barat.
Diperkirakan akan ada 1.000 orang peserta dan 300 orang perwakilan dari pengurus pusat, wilayah dan daerah LKSA-PSAA yang akan hadir dalam acara tersebut.
Dalam kegiatan tersebut juga akan diadakan berbagai cabang perlombaan seperti Lomba Tahfidz Al Qur’an, Lomba Pidato, Lomba Pionerring (Pembuatan Jembatan Darurat) dan Lomba Cerdas Tangkas (LCT).(*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

