Politik
Merasa Terzalami, Nelly Tuntut Keadilan Ditegakkan di PKB Bandarlampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Bakal calon Legislatif (Bacaleg) dari DPC PKB Bandarlampung Nelly Farlinza dari Dapil enam, angkat bicara soal dirinya yang merasa terzalimi dalam proses pencalegan.
Nelly mengaku dirinya dimintai mahar Rp70 juta apabila ingin mendapatkan nomor urut dua dalam pencalegan dirinya di PKB Bandarlampung.
Nelly menambahkan, dirinya dimintai sejumlah uang oleh utusan dari DPW PKB Lampung kepada dirinya, dengan cara ditransfer kepada seseorang.
“Jadi itu memang benar ada utusan dari DPW PKB Lampung yang menghubungi saya, dan meminta uang Rp70 juta untuk nomor urut dua. Jadi saya pertegas lagi dalam chat itu, duit 70 juta itu mau ditransfer ke mana? Dan berlaku untuk saya sendiri atau untuk para Bacaleg yang lainnya juga,” ujar Nely saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (22/5/2023).
Sampai dengan saat ini, sambung Nely, komunikasi antara dirinya dengan Ketua DPC Kota Bandarlampung masih terputus, lantaran nomor WhatsApp’nya telah diblokir oleh Ketua DPC PKB Kota Bandarlampung.
“Sebelum dipublish ini, saya sudah tanya keberbagai pihak, dan semua menyarankan saya berkomunikasi dengan ketua, sementara ketua telah memblokir kontak saya dan dikeluarkan dari grup. Tentunya komunikasi saya dengan Ketua sampai saat ini masih dead lock,” katanya.
Ke depan kata Nely, apabila Ketua DPC PKB Kota Bandarlampung tidak ada iktikad baik dalam berkomunikasi dengannya, maka ia akan melanjutkan persoalan ini ke meja peradilan untuk menuntut keadilan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi perihal tersebut, Ketua DPC PKB Bandarlampung Robiatul Adawiyah tak merespon.
Namun dikutip dari Detik.com, Ketua DPC PKB Bandarlampung, Rabiatul Adawiyah, sempat buka suara terkait bacaleg yang juga kader partai mengaku dimintai mahar Rp 70 juta untuk penetapan nomor urut. Ia membantah tudingan tersebut.
Hal itu dikatakan Rabiatul Adawiyah, menanggapi pernyataan bacaleg Nely Farlinza yang juga kader PKB Kota Bandar Lampung. Ia menyebut tak mahar transaksional dalam proses pencalegan di PKB.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan, di PKB tidak adanya mahar-mahar seperti rumor yang beredar,” dalihnya.
Ia kembali berdalih bahwa penentuan nomor urut bacaleg dari PKB Bandarlampung dilakukan berbasis kinerja kader maupun bacaleg sendiri.
“Penentuan nomor itu dari kinerja kader itu sendiri dan loyalitas kader. Tentu ada pula penilaian terhadap loyalitas kepada partai, antara lain tidak merusak citra partai,” tandasnya. (Gus)
Politik
PIRA Lampung Bergerak Bantu Korban Bencana di Tanggamus
Alteripost.co, Tanggamus-
Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Lampung menyalurkan bantuan untuk para korban banjir di tiga pekon yang berada di Kabupaten Tanggamus pada Rabu (30/7/2025).
Bantuan berupa beras, mi instan, air mineral, pakaian layak anak dan dewasa tersebut merupakan bagian dari gerak cepat organisasi yang diinisiasi oleh Partai Gerindra sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana. Diketahui, Hujan deras yang melanda wilayah Tanggamus pada Senin (28/7) menyebabkan meluapnya aliran air sungai sehingga merendam rumah warga.

Ketua Pira Lampung, Elly Wahyuni, melalui Sekertaris Pira Lampung, Aderly Imelia Sari menyebut akan terus berada di tengah masyarakat, mengawal aspirasi, dan berperan aktif dalam upaya penanganan dan pencegahan bencana di Provinsi Lampung.
“Ya, sebagai bentuk kepedulian kami (Pira Lampung), semoga bantuan ini bisa meringankan beban para korban,” ungkapnya.
Meski sempat terkendala medan sulit yang dilalui, bantuan akhirnya tiba ketengah masyarakat berkat kegigihan dan perjuangan para srikandi-srikandi partai besutan Prabowo Subianto ini.
Kendati begitu dia berharap, bencana serupa tidak terulang kembali dikemudian hari. Dengan cara mengajak masyarakat bersama-sama menjadi dan memelihara lingkungan disekitar. (*)

