Connect with us

Lampung

TPAKD Provinsi Lampung Tinjau Capaian 2024 dan Luncurkan Website Akses Keuangan Digital

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Zainal Abidin menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Launching Website Sikamlampung.id, di Hotel Golden Tulip, Selasa (10/12/2024).

Rapat Pleno ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi pelaksanaan program TPAKD tahun 2024 serta mengetahui capaian progress program kerja TPAKD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 OJK Provinsi Lampung, Indah Puspitasari menjelaskan, program kerja yang telah dilaksanakan TPAKD Lampung Tahun 2024 diantaranya yaitu Optimalisasi KUR, Kartu Petani Berjaya, Forum Ekspor Lampung (FELA), Desa Inklusi Keuangan, Gerakan Lampung Menabung, Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), Ekosistem Pondok Pesantren Impulsif Keuangan Syariah, dan Business Matching.

Indah Puspitasari juga menyampaikan bahwa seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung saat ini sudah terbentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah.

Pj. Sekdaprov Lampung dalam sambutan yang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Zainal Abidin mengungkapkan, sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pencapaian target Inklusi Keuangan Nasional sebesar 98% pada tahun 2045, maka dalam Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Lampung tahun 2025 — 2045 telah menetapkan target peningkatan Inklusi Keuangan secara bertahap dimulai dari baseline tahun 2025 sebesar 85,5%.

Dalam rangka memaksimalkan pencapaian target indeks literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung tersebut, Pj. Sekdaprov meminta agar hasil evaluasi program kerja TPAKD tahun 2024 selanjutnya dapat menjadi dasar untuk dilakukan penyesuaian program kerja wajib di tahun mendatang.

Pj. Sekdaprov menyakini, pelaksanaan program kerja TPAKD tahun 2024 telah berjalan dengan baik atas kerja keras dukungan serta kolaborasi dari semua pihak, baik OJK Provinsi Lampung, Pemerintah Daerah, Lembaga Jasa Keuangan dan seluruh stakeholder terkait lainnya.

“Namun, kita semua jangan berhenti pada pencapaian-pencapaian yang telah ada, tetapi dapat terus berinovasi dan berkembang agar program kerja TPAKD mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Pj. Sekdaprov.

Dalam acara ini juga dilakukan Launching Website Sarana Informasi Akses Keuangan Masyarakat Lampung(Sikamlampung.id), yang merupakan sumber informasi keuangan untuk masyarakat yang bertujuan mendukung akselerasi pemanfaatan produk dan layanan keuangan digital di Provinsi Lampung. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

Bank Lampung dan Pemprov Lampung Bersinergi Majukan Pertanian Mesuji

Published

on

Alteripost Mesuji – Bank Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha dan sektor pertanian. Dalam rangka mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, Desaku Maju, Bank Lampung menyalurkan kredit alat dan mesin pertanian (Alsintan) dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Mesuji.

Pada Rabu (24/6/2026), Bank Lampung Sub Branch Unit Simpang Pematang menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp512 juta, sementara Bank Lampung Sub Branch Unit Rawajitu Selatan menyalurkan kredit Alsintan sebesar Rp562 juta.

Penyerahan kredit dilakukan secara simbolis dalam rangkaian kunjungan kerja program Desaku Maju yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami, Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami juga melakukan pelepasan sebanyak 33.000 bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur.

Program restocking perikanan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji. Pemprov Lampung menyalurkan 20.000 bibit ikan yang terdiri dari 5.000 ekor benih nila, 13.000 ekor benih ikan mas, 1.000 ekor benih baung, dan 1.000 ekor benih bawal. Sementara itu, Pemkab Mesuji turut melepas 13.000 bibit ikan yang terdiri dari 10.000 ekor benih lele dan 3.000 ekor benih nila.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa program restocking tersebut bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai penyangga ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Selain itu, pada sektor hilir pertanian, Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan teknologi bed dryer di 500 desa sebagai solusi untuk mengatasi persoalan pengeringan gabah yang selama ini menyebabkan turunnya kualitas dan harga jual hasil panen. Upaya penguatan sektor agribisnis juga didukung melalui kerja sama permodalan dengan Bank Lampung melalui skema Kredit Usaha Alsintan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur dan Bupati Mesuji turut meninjau proses pembuatan pupuk hayati cair serta menyaksikan simulasi penyemprotan lahan persawahan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak (drone) di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur.

Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberdayakan sektor usaha produktif dan UMKM di Provinsi Lampung melalui berbagai program pembiayaan dan pendampingan.

“Penyaluran kredit hari ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank Lampung dalam mendorong perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha, sehingga ke depan mereka dapat memperluas dan mengembangkan usahanya,” ujar Indra Merviana.

Melalui dukungan permodalan yang berkelanjutan, Bank Lampung berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat sektor pertanian, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendukung keberhasilan program pembangunan daerah di Provinsi Lampung.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading