Ruwajurai
Perkuat Sinergitas, DIR Intelkam Polda Lampung Silaturahmi ke DPP Pematank
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua DPP Pergerakan Masyarakat Analisa Kebijakan (Pematank) Provinsi Lampung Suadi Romli didampingi Sekretaris Umum Provinsi Lampung Andri Saputra, menerima kunjungan Silaturahmi Subdit Sosbud Direktorat Intelkam Polda Lampung di Sekretariat Pematank Jalan Pulau Bacan Nomor 42 Kelurahan Jagabaya 3, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung (05/10/2021).
Anggota Intelkam Polda Lampung Ipda Fajar dan Aipda Ponidi menuturkan, kedatangan pihaknya ke Sekertariat Pergerakan Masyarakat Analisa Kebijakan Provinsi Lampung dengan tujuan bersiturahmi dengan pengurus DPP Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan Provinsi Lampung.
Kedatangan tim Polda Lampung disambut oleh Ketua DPP Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan Provinsi Lampung.
Dalam perbincangan tersebut dibicarakan informasi seputar budaya, politik, Agama, sosial, penyakit masyarakat dan tindakan kekerasan keamanan.
Ketua DPP Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan Provinsi Lampung Suadi Romli mengatakan, pihaknya merasa senang dengan kedatangan tim Polda Lampung ke Sekretariat Pematank Provinsi Lampung.
“Kedatangan tim Polda Lampung ke Pematank Provinsi Lampung ini dalam rangka silaturahmi, kedepannya kami dari Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan Provinsi Lampung akan berkunjung ke Polda Lampung dalam rangka Silaturahmi dan sinergi dalam melaksanakan kegiatan,” Pungkas Suadi Romli.
Suadi Romli menerangkan, tujuan kehadiran Pematank Provinsi Lampung sebagai Fungsi Kontrol dari masyarakat demi berjalannya birokrasi sesuai dengan ketentuan yang ada.”
Diakhiri penyampaiannya, Suadi Romli menyampaikan kita berharap kepada setiap Instansi agar melakukan segala kegiatan sesuai SOP yang ada, jangan sekali-kali menyimpang demi kepentingan pribadi maupun kelompok. (rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

