Ruwajurai
Upaya Pemprov Lampung Buat Masyarakat Disiplin Taat Pajak Menuai Apresiasi Dewan
Alteripost.co, Bandarlampung-
Untuk mendorong masyarakat agar membayar pajak tepat pada waktunya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung di tahun 2022 berencana meluncurkan program pemberitahuan melalui Short Massage Service (SMS). Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (Hearing) beberapa waktu lalu antara Komisi III DPRD bersama pihak Bapenda Lampung.
Sekertaris Komisi III DPRD Lampung Hanifal mengatakan bahwa pihaknya mendorong program tersebut agar dapat terlaksana sesuai peruntukannya.
Menurut Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lampung tersebut, Bapenda memang mesti aktif dalam mensosialisasikan atau mengingatkan kepada masyarakat yang wajib pajak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Sambung Hanifal, langkah mensosialisasikan dan mengingatkan para wajib pajak tersebut, dampak positifnya untuk terus memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Lampung.
“Kita dukung inovasi yang akan dilakukan pihak Bapenda Lampung, selagi itu dampaknya baik untuk memaksimalkan potensi PAD yang ada, maka kita support,” ujarnya baru-baru ini.
Di sisi lain, Kepala Bapenda Lampung melalui Sekertaris Badan Jon Novri mengatakan bahwa program tersebut secara umum, bentuknya hanya pengingat melalui SMS.
“Jadi ya teknisnya kita menginfokan kepada wajib pajak satu bulan sebelum jatuh tempo. Ini bentuknya sebagai pengingat saja kepada masyarakat agar disiplin dan taat membayar pajak,” ucapnya. (Gus)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

