Ruwajurai
SMSI Lampung Gelar Rakerda, Begini Program di 2022 Mendatang
Alteripost.co, Bandarlampung-
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung gelar Rakerda di Sekertariat Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Bandar Lampung.
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) SMSI Lampung ini mendengarkan semua laporan pengurus SMSI Lampung dan kabupaten/kota se-Lampung baik yang telah dikerjakan selama tahun 2021 dan tahun 2022 mendatang.
Ketua SMSI Lampung Donny Irawan mengatakan, dengan kekuatan tim dan kekompakan maka pemberitaan tak terbendung. Mantan anggota DPRD Lampung ini juga memaparkan pentingnya verifikasi perusahaan media di Dewan Pers dan pentingnya wartawan untuk mengikuti uji kompetensi.
“Nanti di data wartawan dan media yang akan ikut uji kompetensi dan perusahaan yang mau terdaftar di Dewan Pers,” Rakerda 2021 SMSI Lampung, ‘Membangun Media Siber dengan Perkuat Organisasi Secara Profesional dan Mandiri’, Rabu 15 Desember 2021.
Pemilik media online saibumi.com ini mengatakan, SMSI bukan serta merta di pemberitaan, namun bagaimana untuk membesarkan perusahaan media dengan bersama-sama melalui wadah SMSI.
“Setiap minggu nantinya akan ada pemberitaan bersama untuk mengkritik pemerintah yang bertujuan untuk menjalin kekompakan dan mengawasi kinerja pemerintah,” ucapnya.
Di Rakerda SMSI tahun ini pengurus SMSI Lampung memberikan penghargaan pas beberapa pengurus kabupaten/kota di antaranya, pengurus SMSI Kota Metro mendapat penghargaan atas dedikasi menumbuh kembangkan SMSI, kemudian pengurus SMSI Lampung Tengah mendapat penghargaan karena penguatan anggota SMSI, dan pengurus SMSI Lampung Utara mendapat penghargaan atas etos kerja di SMSI. (Rls)
Ruwajurai
BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global
Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.
Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).
Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).
Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.
Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.
Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.
Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.
Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.
Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.
Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

