Ruwajurai
Harlah Media Alteripost ke-2, Terus Berupaya Menebar Manfaat Bagi Sesama
Alteripost.co, Bandarlampung-
Dalam memperingati Hari Lahir (Harlah) media Alteripost yang ke-2, sejumlah kegiatan sosial telah dilangsungkan, seperti Bakti Sosial (Baksos) dengan membagikan puluhan paket sembako ke masyarakat dengan menggunakan sistem acak. Kemudian di acara puncaknya adalah aksi berbagi bersama anak yatim.
Pada acara puncak Alteripost yang ke-2 ini juga dilakukan pemotongan kue tumpeng dengan jajaran crew Alteripost bersama anak yatim di Panti Asuhan Bussaina Lampung, Kecamatan Labuhan Ratu Bandarlampung, Jumat (12/11/2021).
Dalam sambutannya, Redaktur Pelaksana (Redpel) Alteripost Agus Maulud Sihotang mengatakan bahwa dalam semarak Harlah Alteripost yang ke-2 ini, pihaknya menghaturkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung media Alteripost agar tetap tajam dan eksis di tengah persaingan arus informasi yang begitu ketat.
“Di usia media Alteripost yang terbilang cukup muda ini (dua tahun), masih banyak yang harus dibenahi dan ditingkatkan lagi. Terutama dalam hal menyajikan informasi, khususnya kepada masyarakat Lampung,” ujarnya.
Bung Agus sapaan akrabnya menyebut, Alteripost sebagai media mainstream terus berkomitmen untuk senantiasa menyajikan informasi yang kredibel dan berimbang.
“Salah satu tujuan kehadiran media Alteripost di hiruk pikuk arus informasi ini untuk menangkal berita bohong atau Hoax, yang sedang berkembang di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dalam kegiatan kali ini, lanjut Agus, pihaknya juga terus berupaya menebar manfaat bagi sesama. Sehingga di acara Harlah Alteripost yang ke-2 ini kental dengan nuansa sosial.
“Rentetan kegiatan dimulai dengan pendistribusian puluhan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, di acara puncaknya diadakan di Panti Asuhan guna berbagi rasa bersama anak panti. Ini sebagai wujud upaya kita dalam menebar manfaat bagi sesama,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Agus kembali mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan dukungan dari berbagai pihak dalam memeriahkan rangkaian acara Harlah Alteripost yang ke-2 ini.
“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak yang telah memeriahkan rangkaian acara Alteripost yang ke-2 ini. Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan kita semua selalu dilindungi, serta diberikan kesehatan jasmani dan rohani, Aamiin,” pintanya.
Perlu diketahui, dalam kegiatan Harlah Alteripost yang ke-2 ini tetap mematuhi anjuran Protokol Kesehatan (Prokes) dari Pemerintah. (Tim)
Ruwajurai
BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global
Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.
Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).
Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).
Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.
Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.
Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.
Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.
Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.
Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.
Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

