Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Bank Lampung Serahkan Hadiah Undian Simpeda Nasional

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Pjs Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf didampingi Direktur Bisnis Ahmad Jahri dan Pjs Direktur Kepatuhan Indra Merviana menyerahkan hadiah kepada dua nasabah Bank Lampung, pemenang hadiah undian tabungan Simpeda Nasional Periode I Tahun XXXV-2024, Kamis (12/9/2024) di kantor Pusat Bank Lampung.

Yeni Kartika nasabah Bank Lampung KCP Kemiling berhasil meraih hadiah uang tunai Rp 100 juta dan Ari Setyawan nasabah Bank Lampung KCP Panaragan Jaya meraih hadiah Rp 50 juta.

Pjs Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf secara langsung menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh nasabah Bank Lampung yang berhasil memenangkan hadiah dalam undian Simpeda Nasional Periode I Tahun XXXV-2024.

“Seluruh nasabah tabungan Simpeda Bank Lampung berkesempatan mengikuti undian tabungan Simpeda Nasional yang digelar di Kalimantan Barat, Pontianak pada 8 Agustus 2024 kemarin. Alhamdulillah, ada 15 nasabah Bank Lampung yang berhasil mendapatkan hadiah dalam undian tersebut” ujar Mahdi Yusuf.

Seluruh hadiah undian pada Simpeda Nasional Periode I Tahun XXXV-2024 berupa uang tunai. Untuk hadiah yang didapatkan nasabah Bank Lampung dalam undian simpeda nasional kali ini yaitu 1 orang pemenang hadiah Rp 100 juta, 1 pemenang Rp50 juta, 1 pemenang Rp5 juta, kemudian ada juga pemenang uang tunai Rp2,5 juta sampai terkecil Rp 1 juta.

Sementara itu, saat ditemui usai menerima hadiah kedua nasabah Bank Lampung tersebut mengaku terkejut dan sempat tidak percaya saat diberitahukan mendapat hadiah undian tabungan Simpeda Nasional Periode I Tahun XXXV-2024.

Yeni Kartika menjelaskan ia baru 7 bulan menjadi nasabah Bank Lampung dan bersyukur bisa mendapatkan hadiah yang diluar dugaannya yaitu uang tunai Rp100 juta. Rencananya uang tersebut akan ia gunakan untuk membuka usaha yang sudah ia rencanakan bersama suami sebelumnya yaitu membuka toko ATK dan akan berlokasi di Way Halim Bandar Lampung. Nantinya toko tersebut akan dilengkapi juga dengan fasilitas Qris Bank Lampung.

Hal senada diungkapkan, Ari Setyawan warga Desa Daya sakti Kecamatan Tumijajar Tulang Bawang Barat ini juga akan menggunakan uang hadiah Rp50 juta yang didapatkannya untuk tambahan modal usaha penyewaan perlengkapan hantaran yang sudah dirintisnya sejak tahun 2017.

Kejutan hadiah yang didapat oleh pria yang berprofesi sebagai guru di SMPN 5 Tubaba ini membuat ia lebih bersemangat lagi untuk menambah saldo tabungannya di Bank Lampung. Bahkan ia tidak akan ragu mengajak rekan – rekannya untuk ikut segera menabung di Bank Lampung.

Undian Simpeda merupakan program unggulan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia, termasuk Bank Lampung. Penarikan undian ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Periode pertama, yaitu Januari hingga Juni, diundi pada Agustus 2024. . (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

HIPMI Lampung Dorong Sinergi Pengusaha, Pemerintah dan OJK Lewat FORBISDA 2026

Published

on

Ampunnews Bandar Lampung – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung menggelar kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) Tahun 2026 di Hotel Emersia, Senin (11/05/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring usaha, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi strategis antar pelaku usaha muda di Provinsi Lampung.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Lampung periode 2025–2028, Gilang Ramadhan beserta jajaran pengurus HIPMI Lampung. Turut hadir mewakili Gubernur Lampung dari unsur Bappeda Provinsi Lampung, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari OJK hadir Dwi Krisna Yudi Pramono yang turut memberikan sambutan sekaligus pemaparan terkait pentingnya literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Kegiatan FORBISDA ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Arienaldo Rahman yang menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pengusaha muda untuk memperkuat konektivitas bisnis, memperluas wawasan usaha, serta membangun kolaborasi lintas sektor di Lampung.

“FORBISDA bukan hanya forum diskusi bisnis, tetapi juga wadah mempertemukan ide, inovasi, dan peluang kolaborasi antar pengusaha muda daerah. Kami ingin HIPMI Lampung menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Arienaldo dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga jasa keuangan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut para pelaku usaha muda untuk lebih inovatif, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta memahami regulasi dan perlindungan konsumen di era digitalisasi ekonomi.

“Kami ingin pengusaha muda Lampung tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Gilang.

Dalam kesempatan tersebut, OJK menjadi salah satu fokus utama pembahasan seminar. Dwi Krisna Yudi Pramono menekankan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan terpercaya.

Ia menjelaskan bahwa OJK terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar semakin memahami produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.

“OJK hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pelaku usaha dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang aman, sehat, dan inklusif. Pengusaha muda harus memahami pentingnya perlindungan konsumen dan pengelolaan keuangan yang bijak agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan,” ujar Dwi Krisna Yudi Pramono.

Selain memberikan edukasi terkait perlindungan konsumen dan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), OJK juga membuka ruang diskusi interaktif bersama peserta seminar terkait akses pembiayaan UMKM, digitalisasi layanan keuangan, hingga tantangan pengusaha muda dalam memperoleh permodalan usaha.

Kehadiran Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu turut memperkuat pesan pentingnya stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah sebagai faktor pendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Lampung.

Forum bisnis ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, mulai dari pengusaha muda, pelaku UMKM, komunitas bisnis, hingga unsur organisasi kepemudaan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi seminar, diskusi, dan networking bisnis yang berlangsung sepanjang kegiatan.

Melalui FORBISDA 2026, HIPMI Lampung berharap tercipta kolaborasi nyata antara pengusaha muda, pemerintah, dan lembaga strategis seperti OJK dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading