Tulang Bawang Barat
Dukungan Untuk Zaidirina Terus Mengalir, Diharapkan Kembali Menjabat Pj Bupati Tubaba
Alteripost.co, Tubaba-
Tiga Penjabat (Pj) Bupati di Provinsi Lampung bakal segera memasuki batas waktu pengabdiannya pada 22 Mei 2023 mendatang. Ketiganya yakni Pj Bupati Pringsewu Ady Erlansyah, Pj Bupati Tubaba Zaidirina dan Pj Bupati Mesuji Sulpakar.
Namun dari ketiganya ada yang cukup menarik perhatian publik, yakni dukungan untuk Pj Bupati Tubaba Zaidirina. Beberapa elemen masyarakat mendukung istri dari Heri Wardoyo tersebut untuk kembali memimpin Kabupaten Tubaba.
Dukungan tersebut datang nyaris dari seluruh Kepala Tiyuh dari sembilan Kecamatan, yang meminta DPRD setempat dan Gubernur Arinal Djunaidi merekomendasikan Zaidirina untuk kembali menjadi Pj Bupati Tubaba.
Pengurus APDESI Tubaba Hendrawan mewakili rekan-rekan Kepala Tiyuh lainnya berharap Bunda Zaidirina kembali mengemban amanah sebagai Pj Bupati Tubaba. Menurutnya, kinerja dan inovasi yang dituangkan dalam bentuk program selama istri dari Heri Wardoyo itu memimpin sudah cukup baik, serta perlu dioptimalkan kembali.
“Saya sebagai Kepala Tiyuh Pulung Kencana dan juga mewakilkan teman-teman Kepala Tiyuh lainnya, sepakat mendukung Ibu Zaidirina untuk kembali menjadi Pj Bupati Tubaba,” tegasnya, Senin (03/04/2023).
Masih kata dia, program-program dari Pj Bupati Tubaba Zaidirina mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Seperti inovasi dalam hal Mall Pelayanan Publik, serta menggagas program Kolam, Kebun, Kandang, dan Wisata (K3W) dan sarapan tanpa nasi di Kabupaten setempat.
Diketahui program K3W dan sarapan tanpa nasi yang diterapkan di Kabupaten Tubaba ini bakal menjadi program percontohan di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Pj Bupati Tubaba Zaidirina menyerahkan sepenuhnya terkait perpanjangan jabatannya kepada Gubernur Lampung. Selaku bawahan, dirinya patuh dengan keputusan pimpinan.
“Sebagai ASN saya siap ditempatkan di mana saja. Kewenangan perpanjangan jabatan Pj Bupati itu kewenangan Pak Gubernur, prinsipnya saya siap terkait apa yang menjadi keputusan dari pimpinan,” ujar Zaidirina.
Zaidirina kembali mengatakan, sebagai perpanjangan tangan Gubernur, dirinya tetap fokus menyelesaikan tugas-tugas yang diamanahkan. Jika dirinya kembali diperpanjang sebagai Pj, itu merupakan bentuk kepercayaan pimpinan.
“Yang menilai saya berhasil atau tidak itukan selain pimpinan juga masyarakat. Sayakan bukan pejabat hasil Pilkada. Saya berterima kasih selama saya menjabat semua elemen di Tubaba mendukung saya,” kata dia.
Terkait perihal usulan DPRD, lanjutnya, dirinya menyerahkan sepenuhnya dengan keputusan dewan. Sebab, dirinya tidak bisa memberikan paksaan untuk memilih dia yang akan diajukan kepada Mendagri.
“Kawan-kawan di dewan bisa menilai hasil kinerja saya. Kalau memang saya direkomendasikan, tentunya saya mengucapkan terima kasih, serta mari bersama-sama kembali membangun Kabupaten Tubaba tercinta ini,” pungkasnya. (Gus)
Lampung
Gubernur Mirza Tekankan Sinergi Desa dalam Musrenbang RKPD Tubaba 2027
Alteripost Tubaba – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2027 yang digelar di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (4/3/2026).
Musrenbang mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas Sektor Unggulan dan Pemberdayaan UMKM”. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Bupati Tulang Bawang Barat Novriwan Jaya, Wakil Bupati Nadirsyah, unsur Forkopimda Tulang Bawang Barat, para lurah, camat, serta kepala tiyuh.
Dalam sambutannya, Bupati Novriwan Jaya menyampaikan bahwa fokus pembangunan Tulang Bawang Barat ke depan diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan UMKM. Ia menegaskan arah pembangunan tersebut diselaraskan dengan program Presiden melalui Asta Cita serta program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.
Novriwan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan berharap sinergi tersebut terus diperkuat.
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa seluruh pemimpin yang hadir mengemban amanah besar untuk melayani masyarakat dan membawa kemajuan bagi Tulang Bawang Barat.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kesamaan tujuan, kolaborasi yang kuat, sinergi lintas sektor, serta integritas seluruh pemangku kepentingan.
“Kekuasaan ditujukan untuk melayani rakyat. Kita harus punya satu tujuan yang sama. Hal ini tidak bisa dilakukan tanpa kolaborasi, sinergi, dan integritas seluruh stakeholder,” tegasnya.
Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung peningkatan nilai tambah komoditas desa melalui bantuan sarana seperti mesin pengering (dryer), pupuk organik, hingga teknologi pengolahan yang berpotensi meningkatkan nilai jual komoditas hingga 15–20%.
Di tengah keterbatasan fiskal, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi mampu mengoptimalkan kewenangan dan potensi lokal secara kreatif dan inovatif.
Gubernur Mirza juga menginstruksikan agar penyusunan RKPD selaras dengan Asta Cita Presiden. Ia secara khusus menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta program Cek Kesehatan Gratis sebagai prioritas nasional yang harus mendapat dukungan optimal di tingkat desa.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Gubernur meminta kepala tiyuh memaksimalkan peran BUMDes agar dapat menyuplai bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga perputaran ekonomi tetap berada di desa.
“Uangnya jangan sampai keluar dari tiyuh. Maksimalkan BUMDes agar menjadi pemasok dapur SPPG sehingga bermanfaat juga bagi desa dan masyarakatnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih guna meningkatkan pendapatan desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam bidang sumber daya manusia, Gubernur Mirza menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan serta memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Ia mendorong kepala tiyuh untuk aktif membantu menekan angka putus sekolah di wilayah masing-masing.
Terkait program Cek Kesehatan Gratis, Gubernur Mirza menginstruksikan kepala tiyuh untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Menurutnya, deteksi dini kondisi kesehatan sangat penting untuk mengidentifikasi potensi penyakit serta mendorong pola hidup yang lebih sehat.
“Karena program nasional dan daerah semuanya berfokus di desa, saya minta tolong kepada kepala tiyuh, berhasil tidaknya sangat tergantung kepada kepala tiyuhnya,” ujarnya.
Ia berharap penyusunan RKPD Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2027 benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.(*)

